Saya itu makin khawatir dengan kondisi tanah air. Jujur. Oligarki yang dipertontonkan. Tidak memberikan ruang bagi kelas masyarakat yang lain. Kebijakan Badan Pengelola Danantara, yang penggunaannya belum tahu bakal seperti apa ke depan di tengah orang-orang yang berada di dalam Danantara itu sendiri, sepertinya memberikan keraguan yang besar. Alasannya sederhana. Orang orang yang memimpin Danantara itu sendiri mulai dari Pengawas, pengawasan deean pengawasa, Komisaris atau hingga di level operasional seperti Direktur semuanya punya koneksi kepentingan masing-masing. Maksud saya itu begini. Kenapa sih selalu yang dipilih sebagai Menteri atau CEO perusahaan BUMN itu dari kalangan yang memiliki keterkaitan. Keterkaitan dalam arti, bapaknya dulu orang kaya pendiri ini pendiri itu. Atau bapaknya dulu seorang pahlawan, begawan ekonomi ini begawan ekonomi itu. Wajarlah kalangan anak muda dari Gen Y Gen Z pesimistis melihat bangsa ini. Munculnya isu-isu para maha...
betuuuullll skaliiii....! jd inget adegan pilm The Devil's wear Prada. Gila tuh bos nya?
ReplyDeleteKarakter org2 di kota besar hampir spt itu kali yaa, WORKAHOLIC.
lalu akhirnya sisi2 kontemplasi dan ksh syg tergerus ato mgkn ampe terdistorsi. OMG!!!
keep on writing bro ;)