perjalanan panjang, selalu perhentiannya ke pulau kapuk..
Kedai Kopi Tua Disulap Jadi Resto
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Nginap di Rembang, Jateng. Ini adalah Hotel Antika, pemiliknya Tionghoa pengusaha meubel. Kota kecil ini ada banyak pabrik rokok tua jaman belanda | Foto Tommy Maulana
Saya itu makin khawatir dengan kondisi tanah air. Jujur. Oligarki yang dipertontonkan. Tidak memberikan ruang bagi kelas masyarakat yang lain. Kebijakan Badan Pengelola Danantara, yang penggunaannya belum tahu bakal seperti apa ke depan di tengah orang-orang yang berada di dalam Danantara itu sendiri, sepertinya memberikan keraguan yang besar. Alasannya sederhana. Orang orang yang memimpin Danantara itu sendiri mulai dari Pengawas, pengawasan deean pengawasa, Komisaris atau hingga di level operasional seperti Direktur semuanya punya koneksi kepentingan masing-masing. Maksud saya itu begini. Kenapa sih selalu yang dipilih sebagai Menteri atau CEO perusahaan BUMN itu dari kalangan yang memiliki keterkaitan. Keterkaitan dalam arti, bapaknya dulu orang kaya pendiri ini pendiri itu. Atau bapaknya dulu seorang pahlawan, begawan ekonomi ini begawan ekonomi itu. Wajarlah kalangan anak muda dari Gen Y Gen Z pesimistis melihat bangsa ini. Munculnya isu-isu para maha...
Hidup tenang itu adalah ketika kau tidak kepo dengan urusan orang lain. Cukup sekadarnya. Facebook, X (Twitter) dan Instagram itu harusnya hanya hiburan. Makin ke sini makin sadar bisa menghabiskan waktu ber jam-jam hanya melihat medsos. Candu iya. Jadi ingat dulu, ketika jaman televisi (tv) berbayar mulai dikenalkan. Jika hari libur bisa berjam-jam didepan layar tv. Kata Pierre Bordieu, teoritis sosial yang banyak mengkritik soal tayangan di tv itu ibarat candu, membawa emosi dan prasangka. Padahal, hampir bisa dipastikan semua settingan atau 90 persen adalah settingan belaka. Baca Juga : Gaya Komunikasi Caturwulan Pemerintahan Prabowo Subianto Tapi kritikan Bordieu ini makin ke sini bukan tv. Tapi gadget yang di dalamnya banyak sekali tontonan yang bisa dikontrol. Kalau dahulu tv tidak mudah dikontrol karena diatur berdasarkan acara. Masih ingat dulu di stasiun tv TVRI tagline Menjalin Persatuan dan Kesatuan. Kalau di wilayah timur seperti Sulawesi jaman 1994....
Jalan caturwulan atau menuju empat bulan pemerintahan Prabowo Subianto bisa dibilang masih serampangan. Setidaknya begitu yang tampak dari kacamata penulis. Seolah tak ada strategi komunikasi yang mumpuni diterapkan. Padahal gaya komunikasi pemerintahan harus terlihat satu komando di mata masyarakat sehingga terkesan kompak dan solid. Berkaca dari gaya komunikasi pemerintahan di Amerika Serikat yang penuh dengan strategi kampanye terhadap satu isu dan sandaran data yang kuat sepertinya memang menjadi keharusan sehingga terlihat proporsional di mata publik.
Comments
Post a Comment
sekedar jejak..