Biar Tetap Waras



Akhir-akhir ini kebanyakan menghabiskan waktu di rumah. Apalagi kalau bukan Bekerja dari Rumah atau mau tak mau bekerja dari rumah karena tak ada kegiatan di luar rumah. Boro-boro ke kantor, yang jauhnya di PIK 2. Boros ongkos dan waktu. Ongkos kalau bawa kendaraan, boros waktu kalau naik TransJakarta. Tapi kebanyakan waktu di rumah juga bikin bosan. Apalagi kalau rumahmu kecil. Paling banter mandiin burung. 

Kalau tak lagi ngapa-ngapain atau sekadar menunggu deadline saya masih bisa nonton Netflix. Cuma, lama-lama nonton juga bikin sakit kepala. Apalagi akhir-akhir ini jarang bergerak karena pilek berkepanjangan tidak jelas. 

Kerap kali membuat rencana-rencana di catatan kecil, tapi tak jua mampu dituntaskan. Hasilnya produktivitas berkurang, mau ketemu orang di Jakarta, mikir tiga kali karena ongkos dan waktu kecuali kalau ada undangan meeting. Tapi satu kebodohan saya dalam satu tahun terakhir ini adalah terjerat gem online. Gem online ini betul-betul menghabiskan waktu dan tidak produktif. Tapi apa mau dikata, sepertinya saya kena karma. Dulu sangat menghindari yang namanya gem online, karena khawatir terjerat gem-gem berbayar. 

Harus butuh alasan biar tetap waras. Gem online sudah banyak merusak waktu. Saya tidak tahu bagaimana dengan usia usia generasi sekarang menyikapi gem online. Anak saya malah, hampir sepertiga waktunya habis di handphone. kalau ngak gem ya Youtube. Butuh alasan melakukan kegiatan di luar rumah. Sekali lagi, biar tetap waras. Tapi menulis di blog ini, alasan saya tetap waras. Ahh.. banyak sekali janji janji dan rencana pada diri sendiri yang tak pernah tuntas..  

Comments

Popular posts from this blog

Gen Z dan Informasi yang Disampaikan - Apa Kabar Penganut Jurnalisme

Hidup Selow Anti Perbudakan (Candu Medsos)

Gaya Komunikasi Caturwulan Pemerintahan Prabowo Subianto